Akhtar80harvey's website

Our website

26
Ju
Cerita Seorang Anak & Bapak yg Baik
26.06.2016 03:43

Siap seorang rama dan anaknya yang titik pusat melakukan 1 buah perjalanan menjalani sebuah gunung. Tebing yang terjal dan lembah yang cukup terjal mebuat mereka harus semakin berhati-hati dalam meniti setiap langkah suku. Anak yang bersama ayahnya itu uzur masih yuvenil. Ayahnya menghasut anaknya dalam ikut mengerjakan perjalanan bersamanya, untuk menggurui anak ini segala hal tentang bumi dan isinya. Agar anak tersebut merekam banyak kemahiran dan ilmu yang bermanfa’at.

Pelancongan yang cukup jauh membuat bapak dan bujang itu cukup kelelahan. Sampai tanpa terencana sang anak terpeleset serta hampir jatuh. Dengan langsung anak ini berteriak karena kaget. “ Waaaaahhhhh... ”. tapi sang ayah menggunakan cekatan merebut tangan anaknya dan membantunya untuk balik berdiri. Bani itu tertegun, ada sesuatu yang dalam fikirkanya. Dia ingin menguji lagi. “Haaaaaaiiiiiiii.... ”. teriakan anak ini dari buat gunung. Dan kemudian dari kejauhan terdengar titah yang sama menjawab teriakanya. ” Haaaaaaiiiii... ”. anak hal itu semakin redut.

“Siaaapaaaaa kaaaammmuuuuuu...? ”. teriaknya lagi. Serta dari teritori yang jauh pun terkuak hal yang sama pula “ Siaaapaaaaa kaaammmuuuuu...? “. Bani itu bertambah tak mengarifi, dia tambah di bakal penasaran sama asal dr suara hal itu. “ Saya bertanya pada mu, sapa nama mu? ”. Teriak anak ini lagi. Serta lagi-lagi dia mendapat pengarahan yang sekeadaan. Anak itu di lakukan jengkel sama suara yang tak sungguh ada itu.

“ Kamu tuli ya? Engkau gila? ”. Teriak bujang itu sedang. Tapi tantangan yang dia terima selalu sama secara apa yang di ucapkanya. Anak itu semakin kesal. “Kamu menghitamkan ku sungguh? Ku rencah sama bapak ku jika kamu keji.. ”. teriaknya lagi. & lagi-lagi dia mendapat balasan yang sekeadaan. Melihat tingkah polah anaknya, sang rama hanya sanggup tersenyum. Lantas dia membuahkan anaknya hal itu untuk menutup. “Nak.. seharusnya kamu teriak begini.. Kau tampan.. kamu baik.. engkau anak yang manis.. ”. Kata ayahnya.

Sang bani pun merunut kata-kata ayahnya. Dan anehnya, dia mengikuti suara di seberang sana juga menyungkit dia. Sebab rasa rongseng, sang anak pun kemudian bertanya pada ayahnya. “ Sebenarnya dia itu sapa yah? Kenapa dia meraih semua yang aku katakan? ’. Tanya sang keturunan. Sang bapak pun dan lalu menjelaskan.. “ Itu merupakan gema titah nak.. gemuruh dari taklimat mu yang di pantulkan oleh tebing dan lurah di bukit ini. dongeng pendek Dia membalas tiap apa yang kamu katakan. Jika kamu berkata elok, maka dia juga hendak menjawab indah. Jika kau berkata buruk, maka dia pun mau menjawab hal yang buruk pula. Karena dia terkabul dari apa pun yang kamu katakan sendiri”.

“Begitupun hidup.. dalam umur, kamu hendak menuai apa-apa yang engkau tanam. Apabila kamu perbuatan baik pada sesama, dipastikan kamu bakal mendapat respons yang baik pula. Bila kamu mengamalkan jahat dalam sesama, maka kamu pun akan memperoleh balasan yang serupa juga”. Jelas sang ayah. & anak ini pun semenjak mengerti makna dari satu buah kehidupan. Karena sebenarnya, nasib adalah wajah dari imbal balik segala sesuatu yang kita lakukan.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!